Ancaman

1156 Kata

Awalnya Ratu memang cukup bersemangat menemui Elena. Tapi, saat dia benar-benar tiba di tempat tujuan. Tiba-tiba keringat dingin menerpa. Telapak tangannya juga dingin bagai es. Ratu ragu untuk melangkah ke dalam. Dia masih berdiri di halaman restoran dengan perasaan bimbang. Ratu mengambil ponselnya, ada banyak chat masuk di sana, salah satunya dari Elena yang menanyakan keberadaannya. saya harap kamu nggak ingkar janji. itu kalimat terakhir yang Elena kirimkan. Wajar saja wanita itu bertanya, pasalnya saat ini sudah pukul lima lewat dua puluh menit, dia sudah terlambat dua puluh menit dari waktu yang telah dijanjikan. Jika dia siap bertemu Elena, artinya Ratu juga harus siap berpisah dengan Raja, kan? hal itulah yang membuatnya bimbang tak keruan. Raja tidak salah apapun, pria

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN