Sepasang kelopak mata itu perlahan bergerak, berkedip berulang kali. Pandangannya masih berkabut, plafon gypsum dengan lampu di tengah-tengahnya menjadi objek pertama yang ditangkap oleh pandangan seorang wanita yang masih berbaring di ranjang pasien. Tersadar, Ratu langsung membuka matany dengan sempurna. Kepalanya langsung terasa pusing dan berat, Ratu merintih pelan. Dia menoleh ke kanan, melihat dua orang perempuan sedang duduk di sofa sambil bercengkerama. Kala sepasang mata menatapnya tajam, jantung Ratu langsung berpacu kencang. “Udah sadar, kamu?” tanya Elena. Dia langsung berdiri dan berjalan untuk menemui perempuan yang dibawanya ke rumah sakit satu jam yang lalu. “Saya kenapa?” tanya Ratu, berupaya untuk bangun, tapi pusing di kepalanya masih terasa. “Kamu pingsan—“ “Maaf

