2. Berakhir Talak

1117 Kata
AUTHOR POV "Dok, saya gak kuat dok." teriak Gisly keDokter "Iya buk, sebentar yaa, tarik nafasnya buk terus buang tarik lagi, buang, yang tenang ya buk,kalau udah tenang terus ngejan." intruksi Dokter "mmmm, huuuuuhh, sakit banget dok." Gisly mengikuti saran Dokter, sambil menahan sakit. "ngejan lagi buk, ini udah pas bukaannya." sang Dokter menyemangatkan Gisly "hahhhh, hhaaaaghhh, mmmm, huuuuuuhhh." Nafas Gisly " Ayok buk semangat, ibu kuat, udah mau keluar ngejan lagi bu." intruksi dokter " mmmmhhagggghhhhhhhh." tangis bayi terdengar jelas ditelinga Patra, Gisly berhasil melahirkan seorang anak perempuan , yang sangat cantik , alisnya terukir indah, matanya sangat indah sekali kali ditutupi bulu mata lentik dan panjang, hidungnya mancung, bibirnya ranum kemerahmerahkan . gisly tersenyum melihat Putri nya yang cantik. "selamat itu anaknya perempuan, cantik kayak ibu wajahnya, sebentar ya buk, kami anak bersih kan bayinya." ucap perawat membawa anak Gisly untuk dibersihkan, sedangkan Gisly sedang ditangani Dokter untuk membersihkan sisa persalinannya. "Ini ibu anaknya." sang Perawat menyerahkan anak Gisly kegendongan Gisly. " Selamat datang didunia sayang mama, ini mama sayang, Makasih yaa udah hadir dalam hidup mama, mama janji mama akan jadi mama yang baik buat kamu, kamu satu-satunya anak yang Tuhan beri buat mama, karena mama udah gak ada siapa-siapa lagi, mama seneng banget sayang." Gisly mencium putrinya, aah sangkin bahagianya ia melihat putrinya ia lupa dengan masalahnya dengan Patra. Gisly memandang intens wajah putri kecilnya sekali kali ia merasa bangga hasil cintanya kepada Patra, lamunan g Gisly tersadar ketika ia mengingat kembali kejadian dikantor, hati nya mulai terasa sesak ,air matanya mengalir sendiri, betapa sedihnya iaa dihianati orang yang paling ia cintai, bagimana dengan nasib putrinya jika iaa memilih pisah dengan Patra, karena dia tidak sanggup menerima orang lain disisi Patra. POV BROTOESTA PATRA Bagaimana nasib istri dan anak ku , aku semakin khawatir , karena salah ku sendiri , aku tidak sengaja ,aku hanya ingin menjelaskan . "aaaaggghhhhh" apa yang ingin kujelaskan aku tetap bersalah karena menghianatinya, bagaimana bisa dia memaafkan ku, tapi aku tidak bisaa meninggalkan Glea , aku juga mencintainya. apa Gisly akan terima jika Glea ku jadikan istri kedua, Glea tidak mungkin mau jika aku meninggalkan nyaa , karena dia sudah memberikan keperawanannya untuk ku, aku mencintai Gisly dan Glea , aku tidak bisa memilih . "oeeekkk oeeekkkk" suara bayi menyadarkan dari pemikiranku. aku menunggu dokter keluar dari ruangan agar aku bisa masuk dan melihat anakku dan istriku. aku duduk depan ruangan tempat istriku bersalin, aku mengetuk ketukkan sepatuku mengusir bosanku menunggu Dokter keluar dari ruangan, aku berdiri mondar mandir karena tidak sabaran, aku ingin cepat bertemu Gisly, aku berharap dia bisa memaafkanku, semoga saja hubunganku dengannya baik-baik saja, karena hadirnya anak kami, pasti Gisly akan memaafkan aku untuk anakku, tidak mungkin Gisly tega kepada anakku yang membesar tiada sosok aku sebagai papanya. 15 menit aku menunggu akhirnya pintu ruang bersaling terbuka, aku segera berdiri. Dokter keluar dari ruang bersalin menyambut ku , "selamat bapak anak dan istri bapak selamat , bayi nya perempuan" ucap sang Dokter sambil tersenyum kepadaku "alhamdulillah Dok , apa saya boleh masuk Dok" aku sangat bahagia ,ingin segera melihati wajah anakku. "silahkan pak, kalau gitu saya permisi" ucap Dokter sambil berlalu pergi. aku hanya mengangguk dan segera membuka pintu ruangan. aku melihat wajah istriku yang tersenyum menggendong putri kami, setelah melihatku masuk senyumnya langsung memudar. aku langsung berdiri ditepi ranjang rumah sakit itu, aku mengamati wajah putri ku . "boleh aku gendong." ucapku, Gisly tanpa bicara menyerahkan putriku dari gendongannya " kesayangan papa udah lahir ya cantik sekali kamu sayang, papa sama mama sudah menantikan kehadiran kamu , sini sama papa sebentar biar papa lafaskan kalimah" aku segera mengambil putriku dari gendongan istriku. aku langsung melafaskan kalimah agung. sesudah itu tibatiba istri ingin mengutarakan sesuatu. " Aku mau ngomong sama kamu." ucap Gisly " Mau ngomong apa? kalau mau ngomong tentang yang dikantor, jangan bahas disini, ini hari bahagia kita, dianugrahi seorang putri yang cantik, dia cantik kayak kamu." aku tidak mau merusak suasana bahagia bersama istriku, aku mengucapkan katakata yang tulus dari lubuk hatiku, tak bisa aku pingkiri istriku memang cantik, ntah apa yang aku fikirkan hingga aku sudah terlalu sejauh ini menjalani hubungan dengan Glea, tapi ini sudah terlanjur. " Aku mau minta pisah, soal putri kita aku akan merawatnya ,aku akan menjaganya dengan kasih sayangku punya ,jadi jangan khawatir " Gisly mengatakan hal yang tidak pernah aku sangkakan. " kamu ingin pisah? bagaimana kamu bisa hidup dengan putri kita diluar sana, bagaimana nasib putri kita ,sejak dia lahir kedua orang tuanya berpisah, kamu fikir dong perasaan anak kita, mau pisahin aku sebagai papanya dari anak kandungku sendiri. " ucapku dengan berusaha menahan marah. " kenapa baru pikir sekarang tentang nasib putri kita , tanpa kasih sayang seorang papa, KENAPA? kenapa kamu gak mikir sebelum kamu menghianati aku , kamu bahkan lebih memilih w************n ,yang hanya bersedia menjadi pemuas nafsu kamu , dimana akal dan pikiran kamu, kamu itu hanya lelaki berengsek yang tidak pantas untuk dipertahankan" kata Gisly yang sedang menahan air matanya , disaat seperti ini ia masih memikirkan untuk tidak rapuh ,demi putrinya. " Gisly jangan ucapan kamu, jangan pernah kamu rendahin Glea, aku sudah terlanjur Jatuh cinta kedia, jadi jangan pernah nyalain dia sepenuhnya." aku tidak bisa menahan diriku saat Gisly menghina Glea. " Lihat lah dirimu, kamu tetap membela PELAKOR itu seolah aku ini yang salah, kamu keterlaluan Patra, aku ga bisa hidup sama penghianat kayak kamu, lepasin aku, aku ga sudi berbagi dengan wanita lain, dasar laki-laki berengsek, semudah itu kamu berpaling, aku menyesal pernah bertemu lelaki sepertimu, kamu itu buaya." kemarahan Gisly hingga ia menangis, mengucapkan segala makian untukku, setelah itu ia diam sejenak. " hahaahha, bisa bisanya aku capek capek ngomong, sama buaya kayak kamu yang semudah gitu ganti-ganti pasangan, kan ikut jejak ayahmu, Ayah sama anak, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, bisa-bisanya aku sebodoh ini percaya dengan cinta kamu, kayak sampah." Gisly ketawa melihatku, dan menghina Ayahku, aku tidak bisa lagi menahan kemarahanku. "ANASTASYA GISLY aku talak kamu". ucap patra dengan keadaan marah dan sakit hati dengan perkataan Gisly terhadapnya. Ya Tuhan kenapa kuucapkan kata- kata itu, kenapa aku tidak bisa mengontrol emosiku, aku yakin ini kalau dibicarakan dengan kepala dingin, pasti ada solusinya. ingin ku sesali tapi ini semua sudah terjadi, bagaimanapun untuk dipertahan pun tetap tidak bisa, hatiku sakit sekali melihat Gisly menangis, apa yang aku perbuat ya Tuhan, tanpa pikir panjang aku telah mengucapkan kata yang tak pernah sedikitpun terpikir untuk mengakhiri hubunganku, cinta yang pernah aku miliki, dia yang pernah membuat aku mengenal apa itu Makna dari cinta yang tulus, dia mengajarkan untuk kuselalu bersyukur, dia mengajarkanku untuk selalu bersabar, dia yang selalu menyemangatkanku ketika pekerjaan yang memusingkan kepalaku, tapi kenapa dia yang harus pergi dari kehidupanku.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN