4. Welcome Indonesia

1022 Kata
POV ANASTASYA GISLY Pesawat yang ku tumpangi sudah hampir mendekati lepas landas di bandar udara Soekarno Hatta International Airport, tanah kelahiran ku . kembaliku injakkan kaki dinegri ini, ku berfikir aku akan kembali bersamanya untuk berlibur, tetapi aku kembali tanpanya dan menetap, kembali kuingat, ditempat ini aku bertemu dengan patra pertama kali, bisa dikatakan dia cinta pertamaku, ditempat ini aku dan patra berkenalan, hingga kami menjalin hubungan, patra selalu keindonesia, kadang ia datang hanya untuk menemuiku, hanya tiga bulan membuat aku dan patra saling dekat, dia langsung ingin melamarku, betapa bahagianya aku , karena aku hanya seorang diri disini , mama dan papa sudah tiada sejak ku kuliah, mereka kecelakaan mobil , bukan hanya mama papa tapi kaka ku, karena mama papa ingin mengantarnya kebandara, kaka ku kuliah diluar negeri, kakaku hanya berlibur sebentar, jadi hari itu dia harus segera kembali, karena itu mobil yang papa bawa dengan kecepatan tinggi, mereka takut ketinggalan pesawat, tapi tanpa papa sadar, ada mobil lain yang hantam mereka, hingga mobil yang papa bawa hancur, papa dan kaka ku meninggal ditempat, sedangkan mama sempat kritis, tapi tidak lama dia menyusul papa dan kaka, aku merasa sendiri hanya aku, tidak ada lagi keluarga ku, sekarang ini tak ada lagi keluargaku hanya jane putriku. Jane putriku ini memang anak yang baik, bahkan dia tidak rewel, dipesawat ia hanya tidur, kadang terjaga dia hanya melihat lihat tapi tidak pernah ingin menangis, aku tersenyum melihat anakku, sepertinya ia mengerti kondisiku, "jadi anak yang baik ya sayang, mama sayang kamu." ku kecup jidat Jane, saat pesawat lepas landas, telah sampai, orang berbondong bondong keluar dari pintu pesawat, sedangkan aku flashback mengingat tentang masalalu ku dengan patra, aku tehanyut dengan lamunanku, tibatiba seseorang menepuk pundak ku, aku terkejut . ku pandangi wajah orang tersebut dia seorang perempuan yang kisaran berusia 30 tahun. " kita sudah sampai, semua sudah keluar hanya sisa saya dan kamu". ucapnya aku tersenyum, "Terima kasih kak, udah ingetin". ucapku sambil tersenyum kearahnya. "Ada yang bisa saya bantu? saya rasa kamu kerepotan dengan bayimu, dimana barang barang mu ? dikabin atau dibagasi?". tanyanya padaku, dia ternyata sangat ramah, belum kujawab dia masih menanyakan hal yang lain. "Barang saya dibagasi kak, kalau dikabin repot kak, saya harus menggendong bayi saya". ucapku "ooh yaudah bareng aja." ucapnya kami pun beriringan berjalan melewati pintu pesawat hingga keruang tunggu. "Siapa Namamu? Oh iya kenalkan saya CLARISSA RUILLA". dia langsung ingin menjabat tanganku. "Oh aku ANASTASYA GISLY, senang berkenalan denganmu kak". kataku sambil membalas jabaatan tangannya. "Kamu tinggal dimana biar aku antarkan, aku membawa mobilku, aku sengaja membawanya karna aku hanya berangkat sebentar karna hal bisnis". ucapnya " Gak usah repot repot kan barangku sangat banyak, biar aku pakai taxi saja". aku pun nengambil koper ku, ada tiga koper besar. kak ruilla terkejut melihat barangku yang banyak. "Kamu baru pindah ?banyak sekali barangmu". ucapnya " Iya kak, sudah 2 tahun lebih saya disingapure, selama itu saya belum keindonesia, baru sekarang sudah waktunya pulang". kataku sambil tersenyum kak ruilla hanya tersenyum, mendengar cerita singkatku, aku tahu dia pasti penasaran dengan jalan ceritaku. "Gak papa, ayo saya antar, kasihan baby nya, masa iya tunggu taxi." tawar Ruilla lagi "Maaff ya kak, jadi ngerepotin." jawabku tak enak "santai aja kali." katanya kini aku dan kak ruilla sudah masuk kedalam mobilnya, mobilnya berjalan menepuh jalanan yang agak sedikit macet, tidak lama perjalanan kami aku memberi tahu rumah ku sebentar lagi ingin sampai. " kamu disini, tinggal sama siapa Gis? tanya Ruilla " sendiri kak, keluarga aku udah gak ada." jawabku " Suami kamu dimana?." tanya ruilla penasaran " aku single parent kak." hanya itu yang bisa kujawab " YaAmpun Gis, maaf yaa, kaka ga tau." raut wajah kak Ruilla berubah sendu " Ga papa kak, mantan suamiku disingapure kak, kami berpisah, jadi memutuskan untuk kembali kesini, membuka lembaran baru." cerita ku ke kak Ruilla. Aku melihat kak Ruilla orang yang baik, bahkan cantik, aku tahu caranya melayaniku dengan tulus, dia bercerita berterus terang dengan ku tentang dirinya dan keluarganya, kak Ruilla sudah menikah, dia memiliki dua orang anak perempuan berusia 7 tahun sedangkan yang laki laki berusia 3 tahun, suaminya mempunyai perusahaan industri, kak ruilla membantu suaminya mengelola perusahaan, dan dia juga punya butik, dia menawarkanku untuk menjaga butiknya, tapi untuk sekarang aku belum bisa menerima tawaran dari kak Ruilla, karena Jane masih sangat kecil, kak Ruilla pun mengerti dia mengatakan padaku dia akan menerima kapanpun jika aku bersedia bekerja dengannya. aku pun tak sungkan menceritakan tentang kisahku dengan Patra, Kak Ruilla merasa iba kepadaku, ia ingin berteman denganku, dan siap menolongku jika aku membutuhkan bantuan. "Gis, makasih udah jadi teman kaka, jujur kaka gada teman dekat banget, paling rekan bisnis kak, kaka senang banget bisa kenal sama kamu, bisa jadi adek juga." ocehhan kak Ruilla kesenangan sambil ketawa " Oaalah kak aku yang bersyukur punya teman yang baik kayak kaka." senyum ku merekah karena bersyukur bisa ketemu kaka Ruilla yang baik banget. karena keasikkan ngobrol aku lupa bahwa rumahku sudah mulai dekat. " kak, berhenti depan situ, itu rumahku." ucapku menunjuk kearah luar jendela mobil. kupandangi rumah mama papaku , sudah dua tahun lebih aku tinggalkan, karena aku harus mengikuti patra. mobil kak ruilla sudah terparkir didepan rumah, kami pun turun, kak ruilla membantuku membawa barang sampai didepan pintu. " kak mampir dulu gak? tawarku " Lain kali deh Gis, Kaka harus kekantor." kak Ruilla membawa koperku kedepan pintu " Oh yaudah deh kak, jangan sungkan main kesini ya kak." tawarku lagi " Iya, nanti kuajak main kebutik ku yaa Giss, butik ku gak jauh dari sini." ajaknya " siiip, ooh yaa kak, tukar Nomor Handphone biar gampang komunikasi nya." tanganku sebelahku mencari cari keberadaan Handphoneku. " untung kamu ingat Gis, kaka sampai lupa." menyambungkan panggilan " udah kak". melihat handphoneku bergetar " iya, aku pulang duluan yaa Gis." kak Ruilla pamit " Hati hati ya kak, Terima kasih udah repot repot nganter." ucapku memeluk kak Ruilla cipika cipiki " iya sama sama." kak Ruilla membalas pelukkanku dan cipika cipiki, lalu mencium Jane. " Anak Gadis baik baik ya sayang, jangan repotin mama kamu, tante balik dulu yaa, daa." disela percakapan denganku, kak Ruilla mengobrol dengan Jane. kak Ruilla berbalik masuk kedalam mobil nya, aku pun melambai kan tanganku, melihat mobil nya sudah menjauh, aku membuka pintu dan menyeret koper dengan sebelah tanganku, sebelahnya lagi menggendong Jane.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN