Chapter 24

1136 Kata

Part 24 Tangis Mila terhenti. Tangan itu terus mengelus punggungnya Bukanya takut, semakin lama justru Mila merasa semakin nyaman. Parfum itu ... Abah! Saat Mila menoleh, sosok itu sudah duduk dipinggir ranjangnya. Tetap sama seperti dahulu, gagah dan berwibawa. Memakai jubah dan sorban yang sama. Mila menjatuhkan diri dipelukan Abah. Kakek angkatnya, kakek yang sangat ia sayangi, seakan beliau tahu apa yang sedang Mila rasakan. "Mil ...." Dyah memangggil Mila. Akan tetapi, Mila masih enggan melepaskan pelukannya dari Abah. Abah memegang pundak Mila, mengusap air matanya, dan menunjuk ke arah d**a. Mila mengerti, sekarang ia tahu maksudnya, Allah akan selalu akan menjaga Mila, dalam doa dan bukan karena kalung itu. Abah .... Sssttt. Beliau meletakkan ibu jarinya di bibir, kemudian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN