Part 25 "Mila, sini Nak!" Mila maju perlahan memeluk Ibunya, sementara mata Mila fokus memerhatikan gerak-gerik Pakdenya. Entah kenapa Mila merasa ada yang berbeda dari gelagat pakdenya. **** Malam hari, pukul delapan Mila diantar Abi ke rumah Harun. "Mila tidur di rumah Pakde saja, ya!" kata Abi. Mila mellihat raut wajah bapaknya yang ketakutan. "Rumah ini sudah tidak aman, Nak. Nanti kalau semua sudah kembali seperti semula, Mila baru tidur di rumah lagi. Kalau di rumah Pakde, Mila bisa tidur dengan Mbak Tina," terang Abi. Mila menoleh kepada Ibunya. Buka kah masih ada Ibunya, Mila setiap hari tidur di kamar ibunya. Kenapa harus ngungsi ke rumah Pakde segala? Seakan Dyah tahu arti tatapan mata Mila, Dyah mengelus rambut putrinya. "Mila nurut, ya," kata Dyah. "Cuma sementara saja.

