Chapter 11

1234 Kata

Part 11 Pagi itu Abi langsung menjemput mertuanya yang memang tinggal di luar kota. Sementara Dyah menjalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Pagi itu Dyah belanja, biasa di mbak Karim tukang sayur keliling. Ia berhenti tepat di depan toko Nuning. Menyenderkan sepedanya di pohon kelapa. "Ayo, lo. Ayo lo!" teriak mbak Karim. Ibu-ibu pun segera menyerbu mbak Karim buat belanja. Tak, terkecuali ibuku sembari mengendongku. "Mila, masih sakit ya, Dyah?" tanya Mbak Karim. "Iya," jawab ibuku singkat. "Kenapa nggak coba dibawa ke orang pintar? Siapa tahu Mila diikuti barang halus!" kata Mbak Karim. "Sampian, punya kenalan? Atau tahu alamat orang pintar mungkin?" tanya Dyah antusias. Kemudian dalam sekejab munculah nama-nama dukun. Dyah menampung semua informasi itu. "Itu, di desa sebel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN