Pelukan Kedua

2035 Kata

Sebuah koper merah mencolok sedang ditarik oleh pemiliknya yang sedari tadi sibuk mengedarkan pandangan ke sekeliling demi mencari satu sosok. “Huft, lumayan rame yang jemput, tapi kenapa tidak ada satu pun papan mana yang bertuliskan namaku? Apa aku sedang mendapatkan pembalasan karena dulu membuat bos itu menunggu dan tak kunjung dijemput?” keluh Stefi yang mendadak mengambil kesimpulan sendiri padahal belum tentu juga yang dipikirkannya benar. Tetap saja ia kebingungan mengenali satu persatu wajah yang barangkali adalah penjemputnya kemudian kembali menggerutu. “Huh ... kalau tahu gitu kan sejak awal aku tanya dulu siapa yang datang jemput aku. Mana kartuku nggak bisa berfungsi di sini, gimana mau hubungin dia?” Stefi kelabakan saking bingungnya, berusaha mengingat baik baik wajah penya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN