Du Ho belum juga melontarkan sepatah kata, kecemasan yang dipendamnya sudah ia luapkan dengan bentuk perhatian nyata dari pelukannya. Segala tindakan yang ia lakukan benar benar di luar kendalinya, ada hasrat yang mendorongnya untuk meraih tubuh Ilona ke dalam pelukannya. Hanya itu satu satunya cara menenangkan dirinya. Di bawah terpaan hujan salju, Du Ho mentransfer kehangatan pada tubuh Ilona yang mulai kedinginan. Blazer yang dikenakannya tidaklah cukup untuk menghalau rasa dingin di tengah cuaca dingin ini. “Akhirnya aku menemukanmu ....” Lirih Du Ho. Kata kata yang di luar ekspektasi Ilona yang mengira pria itu akan memarahinya. Sepasang bola mata Ilona berputar, sejauh ia memikirkannya, tetap saja ia tak habis pikir dengan sikap Du Ho. “Kamu tidak marah? Kenapa kamu bisa tahu aku

