
Ruby merutuki nasibnya yang begitu nahas, padahal ia sudah berusaha yang terbaik dalam hidupnya, mengerahkan seluruh hidupnya untuk menjadi wanita kantoran seperti yang selama ini ia cita-citakan, tapi sayangnya hasil yang ia perolah tidak sepadan dengan usahanya, bukannya diterima menjadi karyawan kantoran dengan nilai terbaik Ruby malah dipanggil untuk menjadi Babysitter."sialan!" umpat Ruby karena di antara banyaknya pekerjaan Babysitter adalah satu-satunya pekerjaan yang paling ia benci.
