Andrew tidak mendesak. Ia tetap berdiri di sana dengan sabar. Ia menunjukkan bahwa ia benar-benar sudah belajar untuk menunggu. Ia tidak lagi menjadi pemangsa yang mengejar mangsanya. Ia kini adalah pelaut yang menunggu angin yang tepat untuk berlayar bersama. Elena mengambil tas belanjanya. Ia juga mengambil kotak kayu itu namun tidak membukanya kembali. Ia menatap Andrew dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada kasih sayang di sana namun ada juga ketegasan yang mutlak. "Terima kasih sudah datang Andrew. Dan terima kasih untuk cincin tanpa syarat ini," ucap Elena. Andrew menatap Elena dengan penuh harapan. "Jadi apa jawabanmu?" Elena melangkah pergi meninggalkan ujung dermaga. Ia berjalan menuju jalanan setapak yang menuju pondoknya. Ia tidak menoleh ke belakang saat ia me

