TEKNIK ELEKTRO

947 Kata
Setelah Nathan menjadi terkenal sebagai ahli berkelahi di kelas Teknik Sipil, ia mulai mengetahui tentang siswa di kelas Teknik Elektro yang juga terkenal karena kemampuan berkelahinya. Mereka adalah Fajar, yang menempati peringkat satu, dan Tegar, yang menempati peringkat dua. Nathan awalnya hanya mendengar kabar dari teman-temannya, tetapi akhirnya dia ingin tahu lebih banyak tentang Fajar dan Tegar. Suatu hari, Nathan bertemu dengan Fajar dan Tegar di lorong sekolah dan memutuskan untuk memperkenalkan diri. Nathan: "Hai, aku Nathan. Aku mendengar kalian berdua adalah ahli berkelahi di kelas Teknik Elektro." Fajar: "Ya, aku Fajar. Dan dia adalah Tegar. Apa kalian ingin bergabung dengan kami?" Tegar: "Kami mempunyai sistem ranking bertarung di kelas Teknik Elektro. Aku menempati peringkat dua, sedangkan Fajar di peringkat satu." Nathan: "Sistem ranking bertarung? Terdengar menarik. Aku tertarik untuk melihat dan belajar dari kalian berdua." Fajar: "Tentu saja. Kalian bisa bergabung dengan kami di kelas Teknik Elektro." Nathan bergabung dengan Fajar dan Tegar untuk berkelahi di kelas Teknik Elektro. Nathan mengamati sistem ranking yang mereka miliki dan mulai mempelajari teknik-teknik baru dalam bertarung. Dia juga merasa terkesan dengan keahlian berkelahi mereka berdua. Setelah beberapa waktu, Nathan menjadi lebih akrab dengan Fajar dan Tegar. Mereka bertiga mulai sering berbicara dan berlatih bersama di luar jam sekolah. Namun, Nathan menyadari bahwa Fajar dan Tegar tidak selalu bertarung dengan cara yang baik dan benar. Kadang-kadang mereka menggunakan kekuatan dan kekerasan yang berlebihan. Nathan memutuskan untuk mengajarkan mereka cara berkelahi yang lebih bijaksana dan terhormat. Dia mengajarkan mereka tentang nilai-nilai seperti sportivitas dan sikap yang baik dalam bertarung. Fajar dan Tegar akhirnya merespon dengan baik dan mulai mempraktekkan hal-hal yang diajarkan oleh Nathan. Dalam waktu singkat, Nathan, Fajar, dan Tegar menjadi sahabat dan berlatih bersama untuk meningkatkan kemampuan mereka. Mereka menjadi lebih baik dan bertarung dengan cara yang lebih baik dan terhormat. Nathan merasa senang karena dia telah mempengaruhi Fajar dan Tegar untuk menjadi orang yang lebih baik. #Kehidupan fajar dan tegar diluar sekolah sebelum kedatangan nathan Suatu hari setelah pulang sekolah, Fajar dan Tegar terlihat berada di sebuah gang kecil di pinggir kota. Mereka memperhatikan sekelompok orang yang berbicara dan tertawa di dekat sebuah mobil. Fajar: "Nih liat Teg, mereka itu." Tegar: "Iya, pasti mereka anak-anak senior yang sering bikin onar di sekolah." Fajar: "Tapi kok mereka ngumpul disini?" Tegar: "Aku dengar mereka punya bisnis, bisnis yang gak halal. Aku gak tau pasti apa itu, tapi katanya lumayan menguntungkan." Fajar: "Bisnis apa sih yang mereka jalankan?" Tegar: "Entahlah, yang pasti aku gak mau ikutan. Kita kan mau jadi orang sukses dan bermanfaat buat masyarakat, bukan malah jadi kriminal." Fajar: "Iya, kamu benar Teg. Kita harus fokus belajar dan mencari kesempatan untuk meraih cita-cita kita." Namun, keesokan harinya di sekolah, Fajar dan Tegar melihat bahwa kedua senior yang mereka temui di gang kecil tersebut adalah ranking 1 dan 2 di kelas teknik elektro. Mereka terkenal sebagai orang yang tangguh dan jago berkelahi di sekolah. Fajar: "Teg, kamu lihat itu? Mereka ranking 1 dan 2 di kelas teknik elektro." Tegar: "Iya, aku tahu mereka." Fajar: "Tapi kok mereka jadi berandal seperti itu ya diluar sekolah?" Tegar: "Mungkin karena lingkungan mereka ya Fajar, siapa tau mereka tumbuh di lingkungan yang sulit." Fajar: "Tapi gak boleh begitu kan Teg? Kita harus tetap menjaga diri dan jangan sampai terjerumus dalam hal-hal yang salah." Tegar: "Benar Fajar, kita harus tetap berpegang teguh pada prinsip kita dan tidak tergoda dengan hal-hal yang negatif." Namun, semakin lama Fajar dan Tegar berteman dengan ranking 1 dan 2 di kelas teknik elektro, semakin banyak rahasia yang terungkap tentang bisnis ilegal mereka. Fajar dan Tegar semakin merasa terjebak dalam situasi yang sulit. Fajar: "Teg, kita harus keluar dari ini semua. Tegar: "Iya, aku setuju Fajar. Kita harus memikirkan cara untuk keluar dari situasi ini." Fajar dan Tegar pun berusaha mencari cara untuk keluar dari situasi yang sulit tersebut, dan memutuskan untuk tidak lagi berteman dengan ranking 1 dan 2 di kelas teknik elektro. Fajar dan tegar memutuskan menghabisi ranker kelas elektro dan mengambil alih teknik elektro beserta melanjutkan bisnis ilegal mantan ranking 1 dan 2 dikarenakan situasi yang mereka alami yakni membutuhkan uang untuk membayar SPP sekola,fajar dan tegar memutuskan mengambil jalur cepat dan mengubah pendirian mereka Setelah Fajar dan Tegar berhasil menguasai kelas teknik elektro, mereka mulai mengembangkan bisnis ilegal mereka di sekolah. Mereka mempekerjakan beberapa siswa untuk membantu mereka menjual barang-barang terlarang. Suatu hari, saat istirahat sekolah, Fajar dan Tegar sedang duduk-duduk di teras sekolah sambil merokok. Tiba-tiba, ranking 1 dan 2 dari kelas teknik sipil muncul di depan mereka. Rizky: "Hai Fajar, hai Tegar, apa kabar?" Fajar: "Hai Rizky, hai Dika. Kabar baik, kok. Gimana kabar kalian?" Rizky: "Lumayan, sih. Kami hanya ingin tahu, apa benar kalian yang mengambil alih kelas teknik elektro?" Tegar: "Benar, kami yang mengambil alih kelas itu. Apa masalahnya?" Dinda: "Kami hanya ingin tahu, apa benar kalian juga memperdagangkan barang-barang terlarang di sekolah?" Fajar: "Kalau kalian sudah tahu, kenapa masih bertanya?" Rizky: "Kami tidak setuju dengan bisnis ilegal seperti itu. Kami ingin kalian menghentikannya." Tegar: "Kalian pikir kalian hebat hanya karena kalian ranking 1 dan 2 di kelas teknik sipil? Jangan terlalu sombong. Kalian tidak bisa menghentikan bisnis kami." Dika: "Kami akan memberitahu pihak sekolah tentang bisnis ilegal ini. Kalian akan kena tindakan disiplin." Fajar: "Coba saja kalau berani. Kami sudah membayar beberapa guru dan sekolah untuk tidak melaporkan bisnis kami. Kalian tidak akan bisa melakukan apa-apa." Rizky dan Dinda merasa kesal dengan sikap Fajar dan Tegar yang meremehkan mereka. dan suatu saat akan mengacaukan bisnis mereka Setelah Rizky dan Dinda pergi, Fajar dan Tegar merasa senang bisa mengalahkan ranking 1 dan 2 di kelas mereka. Namun, mereka juga semakin waspada dan mulai memperkuat bisnis ilegal mereka agar tidak ketahuan oleh pihak sekolah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN