“Buka … Buka … Apa kau mengurungku lagi ?! Aku mohon jangan kurung aku lagi. Aku minta maaf jika kata-kataku salah! Aku mohon buka pintunya!” Gadis cantik dengan mata bulat yang berwarna coklat itu, terus berteriak dan juga mengetuk pintu itu berkali-kali, namun percuma sekeras apapun dirinya berusaha untuk keluar, ia yakin Xavier tidak akan membukakan pintu itu. Xena berbalik, ia merasa sangat sedih dan juga kecewa akan perilaki Xavier yang selalu begini, ia mulai mencintai lelaki itu. Tapi, sifatnya yang beginilah yang paling tidak ia suka darinya. Kasar dan pengekang. ‘Apa ada yang salah dari kata-kataku? Hingga ia mengurungku lagi?’ tanyanya dalam hatinya. Perlahan, ia mengusap butiran bening itu yang membasahin pipi mulusnya, lalu segera bangkit dan berjalan menuju telpon rumah ya

