"Give me all your tears and worries, Whenever you call, you know that I'm right by your side, I'll be there." —The Light, The Ark. . . . Dua laki-laki itu masih terjaga hingga pukul satu dini hari. Keduanya duduk bersampingan di balkon lantai dua dekat dengan kamar Gema. Di lantai dua memang hanya ada kamar Gema dan satu ruang televisi untuk Gema bersantai atau bila ada siapapun teman-teman Gema yang datang untuk mengerjakan tugas atau menginap di rumahnya. Chandra membiarkan ampas kopi hitam di cangkirnya, sementara Gema masih menyesap teh tawarnya. Chandra terus saja menundukkan kepala, memandangi lututnya yang di balut dengan celana katun hitam. Mungkin Sandra bisa mengacuhkan Chandra yang kali ini berusaha pulang ke rumah, tapi tidak untuk Gema. Ia memang hancur, namun mengacuhkan

