"Behind every beautiful thing, there's some kind of pain." —Bob Dylan . . . Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam lewat lima. Semua penghuni rumah itu masih terjaga, kecuali satu orang yang sekarang menjadi tokoh utama. Hana mengangkat sebuah kue tart yang diatasnya sudah dihiasi lilin-lilin kecil yang cantik. Amanda menjaga apinya supaya tidak padam selama kue itu dalam perjalanan menuju kamar Alga. "Pelan-pelan Bun," Kata Amanda, ia melirik ke belakang untuk memberi aba-aba pada Kang Asep dan Bi Endah yang juga ikut berpartisipasi dalam rangka surprise untuk ulang tahun Alga. Kang Asep membawa terompet, sementara Bi Endah membawa balon warna-warni. Begitu sudah sampai di depan kamar Alga, Amanda membuka pintunya perlahan karena kamar Alga memang jarang sekali terkunci. "Hap

