16. If Only I was Yours

3294 Kata

“I’m not as okay, as I pretend to be.” . . . "Lo percaya gue, kan?" Amanda terdiam, ia mengusap lengannya yang dibalut cardigan tipis. Ia berdiri menatap Gema yang masih belum mau memakai helm-nya. Mereka berdua kini berdiri di depan pintu gerbang rumah Amanda, dengan Gema yang sudah duduk di atas motor scoopy miliknya. "Nggak tau, lah Kak. Gue bingung. Gue mau marah, tapi rasanya... kayak nggak ada hak, gue juga bukan siapa-siapa lo juga, kan?" "Gue sama Alga, cuma temen. Yah, okelah, gue ngaku gue emang nyaman sama Kakak lo. Tapi itu nggak kayak yang lo pikirin." Amanda menunduk, memandangi kakinya yang mengenakan sandal karet, sebelum akhirnya ia kembali menatap tepat kedua bola mata Gema dengan senyum tipis, "Gini aja, deh... Mendingan anggep aja tadi gue nggak liat semuanya, an

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN