Saat ini Aiza kembali melakukan bimbingan skripsinya lagi sebelum Arvino menyetujuinya untuk melakukan seminar. Aiza merasakan tubuhnya sangat lelah. Karena itu yang ia lakukan hanya menyenderkan pipinya pada d**a bidang Arvino yang saat ini tanpa mengenakan kaos santainya. "Jadi bagaimana? Kamu sudah mengerti?" Aiza mengangguk. "Sudah Mas." "Teorinya sudah benar?" tanya Arvino lagi. "Iya." "Ini masih ada yang salah." "Yang mana?" "Ini." tunjuk Arvino pada salah satu huruf yang typo. "Seharusnya ini huruf I bukan Y." Aiza hanya melirik sebentar kearah skripnya dengan malas kemudian kembali menyenderkan pipinya pada d**a bidang Arvino. "Oke." "Kok oke saja? Cepat perbaiki!" "Nanti Mas." "Argh. Sekarang! Jangan suka menunda apalagi malas. Kapan lulusnya?" "Sudah larut malam." A

