Episode 56

1083 Kata

Beberapa hari kemudian. Arvino berusaha menahan sabar dan tidak setuju dengan pemikiran Aiza yang membuatnya kesal. Saat ini, Arvino dan Aiza sudah berpulang kerumah mereka. Bukannya mengobrol dengan santai, keduanya malah berselisih pendapat satu sama lain. "Mas tidak setuju!" "Kenapa?" "Mas ingin cepat memiliki anak. Mas ingin kamu cepat hamil. Mas tahu kita sama-sama menginginkan keturunan kan?!" "Aku-" Arvino memilih memeluk tubuh Aiza. "Jangan lakukan itu Aiza. Mas mohon." "Tapi aku cemburu." "Apalagi sih yang harus kamu cemburuin?!" Arvino melepas pelukan mereka dan akhirnya kini saling bertatap dengan posisi duduk berhadapan di sofa. "Kamu tahu kan kalau sejak dulu kamu yang aku pilih? Itu semua hanyalah masalalu. Pandanglah aku dengan kebaikan Aiza. Setiap suami memiliki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN