Aiza tak banyak berkata setelah Arvino menarik pergelangan tangannya untuk menuju ruang dosen milik Arvino di lantai bawah. Arvino bisa merasakan bagaimana genggaman tangan Aiza begitu erat saling menautkan jari-jari mereka. Hanya berpegangan tangan dan itu semua membuat Aiza bersemu merah sedangkan Arvino dilanda rasa syukur tak terkira. Terbiasa melakukan hal-hal romantis setelah menikah dan tiba-tiba tidak melakukannya walaupun hanya sebulan rasanya sangat lama sekali. Arvino membawa Aiza kedalam ruangannya, menutup pintunya dan kini memutar tubuhnya hanya untuk menatap Aiza sambil mengerutkan dahinya. "Ada apa?" Aiza hanya menghedikan bahu dan berjalan ke arah jendela yang kini memperlihatkan pemandangan pohon-pohon dan rumput hijau didepan matanya sambil memunggungi Arvino. Arvin

