"Maaf permisi ya Pak." Devian mulai memeriksa Roni begitu pria paruh baya itu berbaring terlentang di atas brankar pasien. Sementara Adila, wanita itu berdiri di belakang Devian sambil menautkan jari-jarinya dengan perasaan cemas. Devian dengan seksama dan serius mulai memeriksa ayah Adila. Di mulai dari menempelkan stetoskopnya di bagian perut dan jantung. "Bapak ada pusing?" Roni mengangguk. "Iya Dok. Kepala saya pusing." "Sejak kapan Pak?" "Mulai tadi malam." Devian beralih membantu Roni dengan posisi duduk lalu memeriksa tekanan darah Roni yang cukup tinggi menggunakan alat tensi. Devian tersenyum ramah. "Bapak ada makan pantangan lagi ya?" Roni memasang raut wajah cengir dan memegang tengkuk lehernya. "Em ya habisnya gimana ya dok. Niatnya sih sesekali. Lama gak makan daging."

