Adila masih tidak percaya ketika penampilannya sudah berubah menjadi cantik dengan hijab putih dan gaun akad nikah yang simpel yang ia kenakan saat ini. Adila menatap dirinya didepan cermin tanpa berkedip. Wajahnya sudah berpoles make up natural dan sebentar lagi ia akan menyandang status istri dari seorang pria yang telah mengejarnya selama tiga tahun ini. Devian. Nama pria itu terus membayangi pikirannya selama satu bulan ini di iringi dengan ucapan-ucapan Ayah Bundanya yang menginginkan dirinya segera menikah. "Kamu itu perempuan nak. Menikahlah jika ada seseorang pria yang baik ketika melamarmu. Setidaknya ada seorang suami yang akan menjaga kamu dimana pun kamu berada. Setidaknya ada sosok suami sebagai mahram kamu bila kamu bepergian keluar kota. Setidaknya ada yang menemanimu di

