Adila sudah melepas pakaian pernikahannya. Ia juga sudah menghapus sisa make up natural di wajahnya. Adila terdiam. Ia melamun. Berbagai macam segala pemikiran berkelebat di benaknya. Ia membutuhkan waktu sejenak di kamar mandi. Adila mengenal napasnya. Diluar sana ada Devian yang sedang duduk santai atau mungkin sedang memainkan ponselnya sambil berselonjoran diatas tempat tidur. Adila sedang berpikir. Apa yang harus ia lakukan? Haruskah ia menganggap semuanya baik-baik saja sementara hatinya sedang tidak baik-baik saja? Pernikahan atas dasar keinginan dari Ayah Bundanya tidak sesuai dari keinginannya hatinya saat ini. Sebelum Devian menganggapnya menghindar, buru-buru Adila membereskan perlengkapan pembersih wajahnya kedalam tas make up berukuran kecil. Adila berniat keluar dan sudah

