Aiza semakin gelisah, gugup dan suhu tubuhnya terasa panas dingin ketika Arvino semakin membuatnya tidak karuan. Mungkin hal ini adalah hal yang biasa bagi sebagian orang. Tapi tidak dengan dirinya. Kata-kata yang di ucapkan secara bisikan tadi tentu saja adalah hal yang pertama kali ia dengan dari seorang pria. "Kamu kenapa sih?" Arvino kembali menegurnya dan lagi-lagi membuat Aiza mendongakkan wajahnya menatap wajah Arvino yang begitu dekat dengannya. "Lebih baik kamu tunjukkan jalannya sama Mas supaya kita tidak menabrak sesuatu." "I-iya." "Ternyata tubuh kamu ringan banget ya." kekeh Arvino. Ia sengaja berbicara seperti itu agar menghilangkan kecanggungan diantara dirinya bersama Aiza saat ini. "Selama melihat kamu, aku kira kamu berat. Eh ternyata ringan. Kamu sehari makan bera

