Episode 44

1385 Kata

Arvino tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Aiza itu tidak banyak berbicara. Aiza itu pemalu. Bahkan Aiza memilihnya sebagai pria yang menjadi cinta pertamanya. Dan satu lagi. Aiza itu penuh kejutan. Penuh kejutan karena sekali berbicara dengan kata-kata yang panjang sedikit banyaknya akan membuat jantungnya berdebar-debar seperti seorang pria yang baru merasakan kasmaran pertama kalinya. Contohnya saat ini. Setelah Aiza mencium keningnya lagi-lagi istrinya itu merasa malu dan menyembunyikan wajahnya yang merona merah di lehernya. Arvino mengelus punggung Aiza dengan lembut beserta rambut panjangnya yang menempel di punggungnya setelah istrinya itu melepaskan khimarnya. "Mas boleh tanya sesuatu gak sama kamu." "Gak boleh." "Kok gitu." "Bolehnya cuma jatuh cinta aja." Arvino t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN