16. Mungkin Takdir Ingin Bermain-main

1693 Kata

Setelah kepergian Kayvan, Clarissa pikir akan mudah namun semua salah. Clarissa sangat merindukan Kayvan dari perhatianya, tatapan matanya dan senyuman yang tersunging di bibirnya. "Kenapa sekarang loe sering melamun?"tanya Nathan. "Engga kok."Clarissa mengelak. "Apa loe masih mikirin Kayvan."ujar Nathan. "Enggak."balas Clarissa singkat. "Bagus, jangan pernah memikirkan cowok lain selain gue,"ucap Nathan. Clarissa hanya mengangguk. Di tempat lain Kayvan mengerahkan pikiranya untuk belajar supaya cepat menyelesaikan sekolahnya dan mulai bergabung ke perusahaan papihnya. "Istirahat keponakan uncle yang ganteng, enntar sakit."perintah Alan kakaj dari mamih Kayla. "Gak uncle, Kayvan pengin cepat selesaiin sekolah."balas Kayvan. "Sekarang uncle lihat loe udah gak crewet lagi, dulu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN