8. Apakah Jatuh Cinta Sesakit Ini

1165 Kata
"Hai pagi clarisa."sapa Kayvan sambil menuju tempat duduknya. Clarissa hanya memberi senyum tipis sebagai jawabanya. "Masa senyum sejuta watt gue cuma di bales senyum hemat sih."gerutu Kayvan. "Ini jaket loe, makasih."ucap Risa datar sambil menyodorkan jaket Kayvan. "Iya masama."Kayvan mengambil jaketnya. Tak lama bel masuk berbunyi,bu Dian pun masuk. "Pagi anak-anak."sapa Bu Dian. "Pagi bu."balas semua serempak. "Mari kita buka buku halaman 50."perintah Bu Dian. Semua siswa diam dan mengikuti perintah Bu Dian kecuali Kayvan yang asik makan kuwaci. "Kayvan, siapa penemu lampu."tanya Bu Dian. "Mana gue tau bu. gue gak kenal."jawab Kayvan. "Ibu nanya serius Kayvan."seru Bu Dian. "Gue malah dua rius bu, beneran gak kenal malah belum lahir si penemu wafat duluan bu."jawab Kayvan watados. "Kayvan keluar kamu."usir Bu Dian kesal. "Malas lah bu, masih pagi."ucap Kayvan.click "Keluar SEKARANG."geram Bu Dian marah sambil menegaskan kata sekarang. Kayvan pun keluar sambil komat-kamit gak jelas. Saat Kayvan keluar kelas di luar ada Nathan. "Ngapain tuh anak kemari."gumam Kayvan menuju bangku di bawah pohon pinggir lapangan. "Permisi bu."ucap Nathan sopan. "Iya ada perlu apa?"tanya Bu Dian. "Saya mau minta izin buat Clarissa, ayahnya sakit."jelas Nathan sambil menyodorkan surat izin. Bu Dian menerima surat itu dan membacanya. "Clarissa, ibu izinkan silahkan pulang."ucap Bu Dian. Clarissa membereskan bukunya dan keluar. "Terima kasih bu."ucap Nathan sambil menarik Clarissa segera pergi. Bu Dian hanya mengangguk. "Cepat jalanya, lelet amat sih."bentak Nathan sambil menarik Clarissa kasar. "Loe bohong kan kalau papah gue sakit."ucap Risa. "Iya gue emang bohong, masalah buat loe!?"seru Nathan. "Mau loe apa sih nath?"tanya Risa. "Gak usah banyak tanya. kalau loe nurut gue, gak akan cambuk loe."ucap Nathan sambil menarik Clarissa kasar hingga hampir terjatuh. "Loe mau bawa gue ke mana."Clarissa berusaha melepaskan diri. "Bawel loe, tinggal ikut aja banyak tanya."Nathan menampar Clarissa. Kayvan yang daritadi melihat akhirnya gak tahan dan menghampiri Clarissa dan Nathan. "Lepasin bro dia cewek,jangan kasar gitu dong."ucap Kayvan sambil melepaskan cekalan Nathan. "Gak usah ikut campur loe."bentak Nathan. "Gue gak akan ikut campur kalo loe gak kasar sama cewek."balas Kayvan. "Suka-suka gue, clarisa milik gue,"Nathan mendorong Kayvan. "Slow aja bro, gue juga tau Clarissa itu milik loe. Tapi gue akan ambil Clarissa dari loe kalo kalau loe gak bisa hargain dia."Kayvan mendorong balik Nathan. "Berhenti ini sekolahan."Clarissa mencoba melerai Nathan dan Kayvan. "Gue peringatin loe, jangan ikut campur urusan gue atau loe gue bunuh."ancam Nathan. "Gue gak takut."balas Kayvan santai. "Udah udah ayo Nathan cepat pergi."Clarissa menarik Nathan untuk segera pergi karena takut terjadi apa apa dengan Kayvan. Clarisa dan Nathan pun pergi. "Gue ngerasa kasian sama loe ris,apa sebenernya yang loe sembunyuiin."gumam Kayvan dalam hati. Kayvan kembali duduk di bangku pinggir lapangan tadi sambil tiduran baca komik sincan. "Napa loe di sini."tanya Mrs Fanya. "Lagi nikmatin hidup."jawab Kayvan asal. "Ini kan sekolah bukanya belajar malah asik-asik tiduran di sini baca komik."tegur mrs Fanya. "Sekali-kali tuh gak usah belajar terus mrs tar kalau otaknya kusut gimana? Kan gak ada setrikaan otak ."balas Kayvan. "Serah loe dah."Mrs Fanya pun pergi mengajar. Kayvan melanjutkan baca komik sincanya lagi sambil ketawa-ketiwi. Lagi seru-serunya baca, ponsel Kayvan berbunyi. Kayvayn mengambil ponselnya di saku bajunya dan melihat nama pemanggilnya. "Tumben uncle Sam."Kayvan mengangkat telfonya. "Kayvan loe bisa kemari?"ucap uncle Sam. "Kayvan kan lagi sekolah."balas Kayvan. "Cewek yang kemarin lagi di seret masuk dalam hotel."uncle Sam to the point. "Yang bener!!"seru Kayvan. "Beneran tadi uncle lihat,udah dulu uncle mau lanjutin meeting nanti uncle smsin alamat hotelnya."uncle Sam pun mematikan telfonya. Kayvan bergegas pergi. "Kemana loe."seru uncle Restu yang melihat Kayvan pergi terburu-buru. Ada urusan penting."jawab Kayvan sambil berlari. Kayvan memacu mobilnya cepat dan sampailah di hotel yang uncle Sam maksud. Kayvan melihat Clarissa keluar dari kamar hotel dengan dress ketat seperti malam itu. Dan tak lama Nathan pun keluar sambil membetulkan kemejanya. "Ingat loe harus nurut gak boleh bantah sama sekali."perintah Nathan. "Tapi gw bukan bicth."ucap Risa menangis. "Loe nangis pun gak ngaruh sama gue jadi loe hapus air mata tipuan loe itu."Nathan mendorong Risa kasar. "Kenapa loe jahat nat."lirih Risa sedih. "Semua itu gara-gara loe, ngerti gak? Loe itu pembawa sial."ucap Nathan marah dan menjambak rambut Risa. "Sakit nath, lepas."rintih Risa. Nathan menarik rambut risa lebih keras dan tertawa jahat. Risa hanya bisa pasrah dan terisak. "Lepasin Risa."Kayvan langsung mendorong Nathan karena kasian melihat Risa. "Loe ngikutin gue khah?"seru Nathan. "Gue gak ikutin loe, gue kesini mau nemuin uncle gue dan gue teryata melihat orang gila ngamuk."cibir Kayvan. "b******k loe yah."Nathan memukul Kayvan. Namun Kayvan langsung menghindar. "Kenapa loe marah? Loe ngrasa ke sindir, emang loe orang gila gitu?"tanya Kayvan sambil terkekeh. Nathan menarik Clarissa pergi. "Clarissa mau di bawa ke mana."Kayvan menarik jaket Nathan. "Bukan urusan loe,setelah ini gue habisin loe."seru Nathan. "Clarissa gak boleh pergi kemana pun."bentak Kayvan. "Loe siapanya clarissa?mau jadi sok jagoan loe."Nathan menyeringai. "Gue bukan siapa-siapa risa tapi gue sangat mencintai risa, apa pun akan gue lakuin demi risa."ucap Kayvan tegas. "Cinta kata loe?"Nathan terbahak. "Ris kenapa loe mau sama cowok gila kaya dia, mending loe sama gue ris."ucap Kayvan ke pada Clarissa. Namun Clarissa hanya diam. "Ris gue serius cinta sama loe,putusin aja dia."pinta Kayvan. Risa tetap gak menjawab sedangkan Nathan makin terbahak. "Heh loe, gue kasih tau ya, Clarissa gak mungkin tinggalin gue dan milih loe, loe tau...."Nathan menggantungkan kalimatnya. Apa?"tanya Kayvan cepat. "Nathan."seru Risa saat Nathan akan memberi tau Kayvan. "Ada apa sayang?kenapa?loe ketakutan heum?"Nathan tersenyum miring. "Apa yang terjadi?"tanya Kayvan bingung. "Nathan ayo kita segera pergi."clarisa menarik Nathan pergi. "Tidak sayang, biarkan cowok songong ini tau siapa loe sebenarnya."ucap Nathan. "Please ayo pergi."pinta Clarissa. "Kenapa loe kaya takut gitu sih sayang, loe takut dia gak mau sama loe lagi? Atau loe suka sama dia heum."Nathan tersenyum miring. "Kayvan mending loe pergi jangn urusin gue."Clarissa mengusir Kayvan yang masih bingung dengan ucapan Nathan. Kayvan pun berbalik hendak pergi. Clarisa menjerit karna di gendong paksa oleh om-om nakal. Kayvan berbalik lagi membatalkan niatnya untuk pergi gak , ia langsung membatu Clarissa dari om-om nakal itu. "Minggir loe,"Kayvan mendorong om-om itu kasar hingga tersungkur. "Apa-apan loe."Nathan balik mendorong Kayvan, sedangkan om-om itu kabur. "Loe yang apa-apan! cewek loe di lecehkan gitu loe diem aja!"bentak Kayvan. "Apa urusan loe, mau gue apain dia dan mau dia di apain gue gak peduli."Nathan mencengkram kerah Kayvan. "Loe b******n, gue pastiin rebut Clarissa dari loe."Kayvan menepis tangan Nathan kasar. Sedangkan clarissa hanya bisa menangis. "Clarissa gak akan mau sama loe."cibir Nathan. "Benar itu ris?"tanya Kayvan. Risa menangis pilu. "Loe tau? Clarissa itu istri gue."triak Nathan. "Apa loe bilang?"Kayvan tak percaya. "Benarkah itu Clarissa?"Kayvan bertanya pada Clarissa. "Jawab Clarissa."Nathan membentak risa. Clarisa hanya mengangguk pasrah. Kayvan pun mundur selangkah. "Derama kehidupan yang sangat menakjubkan."ucap Kayvan tertawa. "Sekarang loe udah dengerkan? jadi loe gak usah ganggu risa lagi dan loe gak usah ikut campur urusan gue lagi."ucap Nathan. Kayvan hanya memandangi Clarissa tanpa mempedulikan omongan Nathan. "Ayo risa kita pulang, gara-gara dia semua berantakan."geram Nathan kesal dan menarik Clarissa pergi. Mereka pergi dari sana meninggalkan Kayvan yang masih shock tak percaya. "Apa jatuh cinta itu sesakit ini? kalau memang iya, gue gak ingin jatuh cinta."ucap Kayvan dalam hati.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN