Pukul dua dini hari Amira bangun, menyingkap selimutnya dan langsung menuju kamar mandi untuk mengeluarkan semua isi dalam perutnya. Kemal yang merasakan pergerakan terburu-buru pun ikut bangun, menyadari istrinya tidak ada dan mendengar suara Amira yang sedang muntah-muntah, membuatnya segera menyusul Amira. Huek...huek...huek Kemal langsung memijit pelan tengkuk Amira, hanya cairan kuning yang keluar dari mulutnya. Tanpa rasa jijik Kemal membasuh mulut Amira dengan air. "Udah?" Tanyanya yang melihat Amira tidak lagi mencoba untuk muntah. Amira mengangguk lemah, mulutnya terasa begitu pahit, tubuhnya lemas dan kepalanya pusing. Kemal segera mengangkat tubuh Amira dan membawanya ke ranjang. "Aa ambilin air anget dulu ya." "Mau jeruk peras anget, 'A." Untuk menghilangkan rasa pa

