Setelah menikmati sepiring potongan buah semangkanya, Amira pergi menuju ruang keluarganya, merebahkan kembali tubuhnya di atas sofa panjang. Entah mengapa tubuhnya terasa sangat lemas dan malas sekali untuk di bawa gerak, juga tidak mau melihat matahari, karena jika melihat sinar matahari kepalanya akan terasa pusing seketika. Padahal tadi pagi tidak kenapa-kenapa. Kemal datang dengan membawa Ipad-nya, duduk di sofa yang terdapat kaki Amira, mengangkat kaki Amira dan menaruhnya di atas pangkuannya, refleks Amira menurunkan kakinya yang ditahan oleh Kemal. "Gak apa-apa," ujarnya yang mengerti pikiran istrinya. "Mira mau duduk aja, gak sopan kayak gini," Amira berpikir hal tersebut tidak baik. Kemal membiarkannya bangun. "Aa mau konferensi video call sama orang tua kita, buat ngasih ka

