Merindukan Amara

1526 Kata

Amara berjalan dengan cepat untuk menuju kafe tempatnya bertemu dengan Bian. Setelah tadi pagi tadi ia menghubungi kekasihnya itu. Sebenarnya Amara tidak menganggapnya sebagai kekasih, melainkan tameng untuk semua rencananya untuk menghancurkan rumah tangga Amira dan Kemal. "Assalamualaikum," sapanya sambil mengetuk kaca mobil Bian. Bian tidak mau masuk sendirian, karena enggan mendapatkan tatapan penuh minat terhadapnya dari para kaum wanita. Bian membuka pintu mobilnya dan turun, "Waalaikumsalam," jawabnya dengan tersenyum. Mereka berjalan bersisian masuk ke dalam kafe, seperti perkiraannya, banyaknya gadis-gadis usia dua puluhan melirik penuh minat terhadapnya, membuat Amara dengan segera mengaitkan tangannya pada siku tangan Bian. Bian terkekeh dibuatnya. Mereka duduk di kursi de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN