Chapter 94: "Kisah Kita Berakhir."

1977 Kata

Sudahlah. Chesa rasanya ingin sembunyi saja sekarang! Di sisi lain, dia mulai panik sendiri. Bagaimana cara dia pulang? Tidak ada kendaraan apapun. Bingung dan bingung. Tatapannya penuh kegusaran. Tanpa sadar, Laki-laki itu ternyata sudah ada di sebelah Chesa. Chesa bergeser sedikit untuk menciptakan jarak. "Nunggu juga butuh tenaga." Cowok itu menyodorkan sebuah cup sedang berisi cokelat panas. Terlihat menggiurkan. "Nggak perlu." tolak Chesa mentah-mentah. Dia bukan tipe orang yang menerima sesuatu dari orang asing dengan mudah. Cowok itu duduk di samping Chesa, Chesa tetap memandang lurus. Dia ketakutan. Bisa aja kan orang itu bisa menghipnotis. "Sekarang udah makin malam, lho. Sampai kapan mau nunggu di sini? Di tempat duduk lo, beberapa kali gue lihat tengah malam ser

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN