Chapter 87: Menepati

1028 Kata

Nak? Kamu kok pakai jaket?" "Ah, iya. Hawanya dingin, Yah." Chesa tersenyum manis. "Dingin? Perasaan hawanya biasa-biasa saja." kerutan dalam terlihat di antara alis Rizal. "Sudah. Biarkan saja, Mas." Rumaisa membuka pintu mobil, dia menyiratkan untuk menyuruh Chesa masuk. "Tidak. Jaket itu sangat tidak pas dengan gaunnya. Bisa dilepas sekarang?" Chesa gelagapan. Sebelum akhirnya ponsel berdering membuyarkan fokus Rizal. Chesa mengambil kesempatan itu untuk masuk ke mobil. Tak lama, Rizal juga masuk. Dia seakan melupakan perdebatan nya tadi. Mobil pun membelah di tengah padatnya jalan raya. Chesa memperhatikan gedung-gedung yang menjulang tinggi. Motor-motor berlalu lalang lebih cepat. Di seberang jalan sana, sekilas dia melihat seorang pengemis sedang menggelar tikar untuk tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN