Hana merebut baju yang baru saja akan dilipat. "Iya udah. Lipat sendiri." Chesa menyisihkan pakaian dirinya dan Hana. Hana yang melihatnya pun merasa ogah. "Lipatin!" ia menyerahkan kembali barang itu dan berbaring lagi. "Han," "Hm." sahutnya malas. "Tadi itu pacar lo?" "Bukan. Dia orang asing." Hana berbalik, menatap Chesa penuh intimidasi. "Kenapa emang? Lo cemburu? Lo mau ngerebut dia dari gue juga?" "Nggak. Gue nanya doang. Tadi soalnya Ibu bilang--" "Permisi," "Bibi?" "Iya, Non. Keranjang pakaian kotor mana? Bibi akan mencucinya," Chesa menunjuk ke arah kamar mandi. Bi Rahayu pun mengegah ke sana. Sampai Bi Rahayu pergi, Chesa kembali melihat Hana. Ia belingsatan mendapati wajah Hana yang pucat. "Lo enggak apa-apa?" dia mendekat, tangannya meraba kening Hana. Tida

