"Sebelumnya saya berterimakasih karena Anda sudah menyelamatkan saya. Tapi untuk tawaran balas dendam, saya enggak butuh itu." tolak Chesa. Dia menyingkap selimut. Tangan satunya itu melepas paksa infus yang masih melekat. Frans diam, tetapi tangannya mengeluarkan sebuah foto. Yang jelas Chesa tidak peduli. "Kamu masih nggak mau menerima tawaran aku? Kemarin, dia juga sudah merebut Raka, laki-laki yang kamu sukai, kan? Mereka menikah." Deg! Kenyataan itu seperti pisau yang mengoyak hati terdalamnya. Chesa meremas sprei sebagai pelampiasan. Sebelumnya, memang dia sudah menduga ini akan terjadi, tetapi … mengapa sekarang dia merasa aneh kala mendengar kabar itu? "Dia sudah melenyapkan Ibumu, membuat kedua adikmu tumbuh tanpa kasih sayang seorang Ibu dan kamu tau, kan, bagaimana ras

