"Yah! Udah gue bilang. Jangan asal nembak. Jadi salah sasaran, kan. Sini biar gue aja," Lelaki berawalan tinggi itu memfokuskan perhatiannya pada sebuah babi hutan yang kebetulan melintas. Sedikit lagi dia akan melesatkan peluru, tiba-tiba terdengar suara berisik dari arah belakang. Cowok bernama Frans itu menoleh dengan tatapan risih. Sahabatnya datang dengan nafas terengah-engah serta memburu. "Parah Lo, Yan!" ujarnya sedikit membentak sekaligus memukul Rian yang berada di sampingnya. "Kenapa Lo? Datang-datang main pukul aja!" sentak Ryan tidak terima. Ia mengusap bekas tabokan Aidan. "Itu… tembakan Lo tadi kena… kena… Kena…" "Kena apaan?! Tarik nafas dulu, buang terus dorong pelan-pelan," Lagi, Aidan menabok pundak Ryan. "Wah, jahat Lo ah! Dikasih solusi kok malah nabok."

