122. Terbongkar

1098 Kata

Rizal bangkit. Amarahnya meledak. Belum sempat Hana membela diri, gamparan keras mendarat tepat di pipinya. Kontan Hana terjatuh. Kedua tangannya memegang tepi sofa. Perutnya terasa nyeri. Renata mengambil laptopnya kembali. Tidak ada niatan sama sekali untuk membantu Hana. Begitu pula Raka. Dia puas karena Hana bisa merasakan berada di posisi Chesa. "Kita pergi," bisik Renata. Raka mengangguk. "Saya permisi. Terima kasih sudah memberi saya kesempatan untuk menunjukkan video itu dan terimakasih juga telah membodohi keluarga saya." pamit Renata begitu menohok di pendengaran Hana. "Raka jangan pergi! Ini anak kamu! Kamu tega ninggalin aku sendirian?! Kenapa kamu cuma manfaatin aku, hah?! Raka! Jangan tinggalin aku! Rakaa!" Hana melengak, menatap Sang Ayah dengan sirat permohonan. "Ayah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN