123. Sadar

1028 Kata

"Sudah saya bilang berkali-kali. Saya tidak punya waktu meladeni anak tidak berguna itu." kata Rizal, tetap fokus pada layar di depannya. "Tapi, Tuan. Saya khawatir dengan kandungannya. Dia bisa saja keguguran. Nyawanya juga terancam. Saya… takut terjadi sesuatu yang fatal, Tuan." kata Adena berusaha untuk meyakinkan. Gigi-gigi Rizal menggeletuk. Dia menutup kasar laptopnya hingga membuat Lova terkejut begitu pula dengan Adena. Tubuh tegap Rizal berdiri. Dia mendorong punggung Adena untuk keluar dari kamarnya. "Pergi. Jangan bahas anak itu di depan saya lagi." ucapnya penuh amarah. Adena terpaksa keluar. Selang beberapa detik pintu dibanting dan ditutup oleh Rizal. Adena tersentak. Dia semakin bingung lagi harus mencari bantuan ke mana. Ia berjalan ke ruangan depan. Membuka laci yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN