Chapter 106: Terkuak

1116 Kata

“Kamu datang lebih terlambat, ya.” Chesa terkekeh tidak enak. “Maaf,” “Tante mau tanya. Jawab sejujur-jujurnya dari hati kamu, sesuai perasaan kamu dan jangan peduli dengan perasaan orang lain. Untuk sekarang, bersikap egois saat di depan Tante, ya.” Kata Renata membuat Chesa bingung. Meski begitu dia mengiyakan. “Kamu suka sama Raka?” “Eng—enggak, Tan. Lagian dia sekarang, kan, calon—“ “No. Jawab sesuai perasaan kamu. Jujur,” Chesa akhirnya mengangguk malu. “Kenapa kamu diam saja saat tau semuanya? Kamu enggak mau memperjuangkan hubungan kamu sama Putra Tante?” “Aku enggak bisa.” Renata menarik maju bangkunya agar lebih dekat dengan Chesa. Bahu Chesa dipegang. Merasakan itu, Chesa kini berani untuk meluruskan pandangannya. “Karena apa? Restu? Apa kamu enggak menganggap T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN