Chapter 111: Pamit

1021 Kata

Chesa tidak bisa melanjutkan perkataannya lagi. Tenggorokannya tiba-tiba tercekat. Dari penampilan Gadis itu saja, dia tahu kalau Gadis di depannya ini sedang ada masalah. Dia membawa Chesa ke dalam dekapannya yang hangat. Chesa tidak mengelak. Tangisan itu justru semakin meledak begitu saja. Regan yang mendengarnya terenyuh. Chesa adalah wanita kedua yang dia peluk setelah Ibu. Namun, Chesa adalah wanita pertama yang membuat… debaran jantungnya mencepat. Setelah isakan Gadis itu terdengar sudah lirih, barulah Regan melepaskan pelukan. Tangannya turun, menggandeng telapak lengan Chesa. "Ikut gue, mau?" langsung dibalas anggukan. Mereka berdua berjalan. Chesa menyandarkan kepalanya di bahu tegap Regan. "Apa kalian sepasang kekasih?" Wanita dengan senyum ramah mendadak muncul di h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN