"Maaf. Saya tidak bercanda,” “DOKTER PASTI BERCANDA! IBU AKU ENGGAK MENINGGAL! IBU MASIH HIDUP!” lengking Chesa histeris dan berhasil menyebabkan orang di sekitarnya berhenti melangkah dan memperhatikan. Pandangan Chesa mengabur. Matanya perih serta memanas. Air mata yang sudah terbiasa keluar itu, kini luruh lagi. Dia memukul dadanya sendiri, berharap rasa sesak hilang, namun nihil. Isak itu kini terdengar pilu. Orang yang menyaksikannya pun terenyuh. Chesa berlari menyenggol kasar pundak tegap Sang Dokter. Begitu sampai di dalam, tubuhnya seketika melemas. Seluruh tenaga seakan hilang. Orang yang merawatnya. Orang yang mendampinginya. Orang yang selalu ada di situasi apa pun. Kini terbaring. Seluruh tubuhnya tertutup oleh kain putih polos. Tangisan itu semakin keras. Chesa

