"Selamat ulang tahun..." "Selamat ulang tahun..." "Selamat ulang tahun Chesa ku sayang..." Raka meletakkan cake cokelat berukuran sedang itu di hadapan Chesa. Dia menyalakan lilin yang berbentuk '17'. Tapi semilir angin membuatnya padam. "Yah," bahu Chesa merosot. "Aku bisa nyalain lagi," "Sebenarnya kemarin aku ulang tahunnya, tapi nggak apa-apa deh." "Iya, kemarin aku berniat kasih suprise ke kamu. Eh, kamunya nggak kelihatan." Raka meletakkan kembali korek gas di tempatnya. Cake itu kembali dia angkat. "ayo tiup." Chesa memejamkan mata, ia berdoa sesuatu di dalam hati. Raka penasaran apa yang didoakan oleh Gadis itu. Tidak ada yang tahu, selain Chesa dan Tuhan. Tak lama, lilin ditiup. Sudut bibir Gadis itu tersenyum. Matanya berkaca-kaca. "Makasih. Kamu orang perta

