Chapter 81: Perasaan

1526 Kata

"Bagaimana, Mas? Polisi belum menemukan Chesa?" Rizal menghela nafas. Kepalanya menggeleng. "Baru tiga jam sejak pencarian. Kita tunggu saja sampai malam nanti. Kamu sabar, yah. Jangan terlalu stres. Tidak baik untuk bayi kita." dia mengambil makanan yang dibawa Hana. "Ayo, makan. Kamu menginginkan kue ini, kan?" Rumaisa mengangguk. "Kamu tau? Hari ini ulang tahunnya Chesa yang ke tujuh belas. Aku berniat untuk mengadakan pesta agar dia senang. Sudah lama aku tidak membelikannya kue seperti ini, Mas. Kalau saja dia ada di sini," "Kau menyesal? Kenapa waktu itu tidak berpikir panjang sebelum bertindak?" Rizal kesal. Namun, dia justru membawa Sang Istri ke dalam dekapannya. Telapak lengan besarnya itu mengelus pucuk kepala Rumaisa. "tenang. Kamu jangan bersedih lagi. Aku pastikan mala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN