Chesa tidak pernah membayangkan sama sekali kalau Raka akan menembaknya seperti ini. Pipinya mendadak terasa panas. Dia rasa ada semburat merah yang keluar. Apalagi saat Raka melepaskan pelukan. Matanya ditatap lekat-lekat. "Tenang, kamu nggak perlu jawab sekarang. Aku kasih kamu waktu tiga hari." Raka terlihat mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. "...kalau kamu terima perasaan aku, kamu pakai kalung ini." dia menyerahkan sebuah kotak yang terbuat dari kaca. Di dalamnya tampak sebuah kalung silver dengan bandul inisial 'C' di sana. "Kalau enggak?" Ini jawaban yang ditakutkan dirinya. Apa caranya kurang romantis atau Chesa memang tidak menyukainya? "Kamu no--" "Nanya kayak gini bukan berarti nolak, Raka." Chesa tersenyum. Senyum candu bagi siapapun yang melihatnya. Je

