Pagi-pagi sekali Ahreum sudah membuat keributan di rumah Hae Ri. Dia membangunkan Hae Ri yang masih tidur dengan manis di kasurnya. Memang wajar apa yang dilakukan Ahreum, sekarang hari Rabu dan Hae Ri sama sekali tak beranjak dari kasurnya padahal harusnya gadis itu sudah pergi bekerja. “Hae Ri ayo bangun!” Ahreum menarik selimut yang menutupi tubuh Hae Ri. Hae Ri yang sebenarnya masih sangat mengantuk terpaksa membuka matanya karena terganggu dengan perbuatan Ahreum itu. “Wae? Wae? Wae?” protes Hae Ri kesal. Dia masih ingin tidur tapi Ahreum mengacaukannya. Ahreum berkacak pinggang. Apa Hae Ri amnesia? Dia lupa jika harus pergi bekerja. “Kau tidak bekerja?” “Aku cuti seminggu,” jawab Hae Ri. Mulut Ahreum terbuka mendengar jawaban Hae Ri. Sahabatnya itu bilang cuti? Hal yang tidak

