CH 47 : Sepercik Ketertarikan

1330 Kata

Usai menulis catatan diarynya, Cindy pun langsung tertidur. Namun, sebelum dia benar-benar tertidur, dia menyimpan buku diarynya tersebut di laci nakas yang lalu dia kunci dengan rapat. Saat itu waktu menunjukkan pukul dua dini hari. Udara pagi yang dingin dan harumnya selimut serta bantal miliknya sungguh membuat gadis itu ingin segera memejamkan mata dan masuk ke alam mimpi. Beruntungnya ia sudah lulus sekolah menengah atas, jadi setiap pagi ia hanya perlu untuk menyiapkan makan pagi dan tidak perlu untuk menyiapkan bekal untuk sang adik, karena bulan itu merupakan libur kenaikan kelas. Cindy meregangkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan, lalu menguap lebar, kemudian memeluk guling dan menarik selimut tebalnya hingga menutupi sebagian besar tubuhnya. Rasanya begitu nyaman dalam benak gad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN