“Lalu, apa yang terjadi pada Ana?” tanya Cindy penasaran. “Menurut cerita yang beredar di antara para warga sini, Ana menjadi sedikit gila dan sekarang berada di rumah sakit jiwa,” jawab Ken seraya memasukkan makanan ke dalam mulutnya. “Apa? Mengapa dia bisa menjadi gila?” tanya Cindy seraya menaruh sendok ke tepi piring dan menatap sang adik dengan tatapan serius, sama halnya dengan Jack yang sebenarnya dia tidak terlalu paham dengan perbincangan antar kedua kakak beradik itu. “Sebentar, Kak. Aku minum dulu. Jadi, sepulang dari rumah temanku, tadi aku mampir di minimarket depan dan berbelanja beberapa snacks serta telur. Kakak, tenang saja, aku memiliki uang dan uang itu kudapat dengan jalan yang benar. Aku sekarang menjadi asisten laboratorium dan mendapat bayaran setiap membantu m

