"Aku tidak habis pikir, semua ini terjadi karena Mamah terlalu egois! jika saja Mamah tidak memaksa Nak Alan untuk menerima duel ini, maka tidak ada masalah dan musibah ini!" Derian hampir mengamuk di dalam mobil saat menyetir meninggalkan rumahnya. "Pa, sabar. Tenang dulu, ini kita sedang dalam perjalanan, jaga amarah Papa dulu, tidak baik marah-marah ketika sedang menyetir mobil," ujar Rina berusaha menenangkan anaknya. "Aku benar-benar marah, Ma. Sekarang aku tahu perasaanmu ketika kamu sama sekali tidak dihargai sebagai menantu Mamah. Aku malu!" balas Derian. Rina diam. "Aku mengambil anak perempuan orang untuk kunikahi, anak perempuan orang itu yang melayaniku siang malam, tidak pernah mengeluh ini itu, namun aku baru sadar sekarang, betapa bodohnya aku hanya membiarkan kamu dicac

