Chapter 79

1585 Kata

Naila hanya bisa berdiri di luar gerbang pintu rumah Basri di Jakarta dengan perasaan kesal dan marah, namun sayangnya dia tidak bisa meledakkan kemarahannya di depan rumah itu. Seorang bodyguard memberitahu padanya bahwa dia tidak lagi boleh datang ke rumah Basri. Naila kesal dan masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil dia terlihat amat kesal. "Ke rumah menantuku!" perintah Naila bak Nyonya besar. Beberapa saat kemudian Naila tiba di rumah Rina. Sudah seminggu pasca dia mendapatkan hadiah besar dari Basri. Dia sendiri tidak menyangka bahwa Basri alias Randra berani menjauhkannya dengan sang cicit. Ini tidak bisa dibiarkan, pikir Naila. Bruk bruk bruk! Naila menggedor pintu. Anehnya dia, Naila bisa saja mengetuk dan tidak perlu sekuat itu menghantam pintu rumah Rina dengan telapak tan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN