Naila mencoba menelpon nomor anaknya, namun tak diangkat. Syukurlah bahwa nomornya tak diblokir seperti sang cucu yang memblokir nomornya. Panggilan itu tersambung ke kotak suara. Bibir Naila mulai terbuka untuk berkata-kata. "Rian anakku … pulang, Nak. Ayo pulanglah … Mamah rindu kamu, Nak. Sangat rindu … Mamah minta maaf karena telah egois … Mamah salah … pulang Nak … ayo pulang dan lihat Mamah … Mamah sayang kamu … Mamah menyesal memarahi kamu … Mamah kangen sama kamu … kangen sekali …." Pada saat mengucapkan ini Naila menangis dan tersendat-sendat. Dia memeluk foto keluarga lama sambil berbicara di telepon. "Mamah minta maaf pada Rina dan Nisa … Rian … pulang lah ke rumah …." Bruk! Naila terjatuh dari tempat duduk dan tidak sadarkan diri. Siun buru-buru berlari ke arah sang nyo
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


