keenam

1502 Kata
"Hari berganti dan pagi telah datang. Sambut pagi dengan semangat baru dan jangan terpaku dengan masa lalu. Langkahkan kaki ke depan untuk menatap masa depan yang lebih baik". (motivasi) ***** pagi ini annisa berjalan dipinggir jalan menunggu angkot lewat, ia baru saja mendapat kabar dari bihak rumah sakit bahwa ibunya terkena serangan jantung. Ia sangat khawatir dengan keadaan beliau, tadinya ia pulang sebentar kerumah untuk mengambil keperluan ibunya nanmun ia urungkan karna tiba-tiba ibunya ngedrop lagi. Annisa merasa heran terakhir ia meninggalkan ibunya keadaan baik-baik saja, kenapa tiba-tiba ibunya bisa coleps pikirnya. sesampai di rumah sakit ia segera berlari menuju ruangan ibunya namun ia urungkan karna di panggil oleh bagian administrasi rumah sakit. "mbak saya mau kasih tagihan perawatan ibu anda selama dirumah sakit ini" kata suster. " baik sus terimakasih" ucap Annisa. Annisa menunggu ibunya di depan kamar rawat menunggu dokter yang masih menangani ibu Maryam belum juga keluar, ia menjadi khawatir terjadi apa-apa sama ibunya. Annisa segera menelepon Rangga kakaknya. "kak angkat dong"ucap Annisa yang sedang menghubungi Rangga namun disebrang sana tidak menjawab panggilannya. Annisa yang sangat khawatir kepada sang ibu, Ia memiliki menghubungi kak Aisyah yang mungkin langsung diangkat, dan benar saja sambungan langsung terhubung " halo assalamualaikum kak dimana? Ibu terkena serangan jantung lagi" ucap annisa khawatir. " walaikumsalam dek, iya kakak segera kesana, kamu yang tenang ya" ucap Aisyah terkejut. Sedangkan Aisyah masih dikampus, ia sangat kaget mendengar kabar dari sang adik, ia segera berlari keluar dari gedung kampus bergegas ketepi jalan untuk menunggu angkot lewat menuju rumah sakit. Suara pintu terbuka annisa menatap dokter yang baru saja keluar dari dalam kamar rawat ibunya. ia langsung berdiri untuk bertanya bagaimana kondisi sang ibu. "bagaimana kondisi ibu saya dok?" tanya annisa khawatir. " Ibu anda sudah melewati masa kritis nya, sebentar lagi ibu anda akan sadar, jangan khawatir insya Allah ibu anda akan sembuh" kata dokter senyum. " Terimakasih dok, memang apa yang terjadi dengan ibu saya dok?" Tanya annisa penasaran. " Sebaiknya ibu anda jangan terlalu banyak pikiran terlalu berat, karna akan terdampak buruk pada jantungnya" kata dokter " Ya sudah kalau begitu saya permisi, kalau terjadi sesuatu kepada ibunya, anda bisa pencet tombol yang sudah tersedia di dalam" ucap dokter lagi. " baik dok terimakasih " jawab annisa langsung masuk kedalam untuk melihat ibunya yang masih menutup matanya. Ia masih penasaran apa yang sebenarnya ibu pikirkan sampai membuat beliau jatuh sakit seperti ini. ketika annisa sedang menatap ibu Maryam pintu terbuka muncul Aisyah yang baru datang dan segera menghampiri annisa dipinggir ranjang ibunya. " assalamualaikum nis apa yang terjadi sama ibuk?" tanya Aisyah khawatir terlihat jelas diraut wajah cantiknya. "walaikumsalam kak, kata dokter ibu terkena serangan jantung lagi kak" jawab Annisa sedih "kalau boleh tau apa yang sebenarnya terjadi kak sama ibuk sampai membuat beliau sakit seperti ini?" tanya annisa sedih. sedangkan yang ditanya hanya terdiam, ia berfikir apa yang harus ia katakan kepada adiknya itu. FLASHBACK Ketika Aisyah baru pulang dari kampus ia mendengar pertengkaran di dalam rumahnya. Merasa heran tidak seperti biasanya ibuk bertengkar pikir Aisyah, ia mendekat terdengar suara yang sangat familiar dibalik tempok ruang tamu. " Katakan sejujurnya mbk siapa ayah dari Annisa!"seru raisha. " Kenapa kamu ngomong kaya gitu sih sha?" Tanya maryam. " Oh apa memang benar yang di katakan orang-orang kalau Annisa itu anaknya mas Heru, jawab mbak!!" Seru raisha dengan nada tinggi. Aisyah yang mendengar itu langsung terkejut " apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Tante raisha bilang gitu" batin Aisyah. " Aku sudah tau semuanya mbak, percuma kamu ngeles namun kenyataannya memang benar kan annisa itu anaknya mas Heru!" amarah Raisha semakin menggebu, terlihat jelas wajah yang tak muda lagi menunjukkan rasa kecewa terhadap sang kakak. Heru adalah suami raisha, namun mereka tidak mempunyai keturunan yang membuat raisha sangat kecewa pada dirinya sendiri, waktu ia mengalami kecelakaan Raisha diharuskan mengangkat rahimnya karena terkena benturan cukup keras mengakibatkan kerusakan dan tidak dapat mempunyai keturunan. Sebab itulah raisha merasa dirinya tidak lah sempurna, dan akhirnya raisha dan suami mengadopsi anak dari panti asuhan agar raisha tidak merasa kesepian, namun berbeda dengan suami raisha yang masih menginginkan keturunan darinya, Heru merasa kecewa tentang kejadian yang dialami oleh istrinya raisha, namun nasi sudah menjadi bubur ia hanya bisa mengiklankan semua yang sudah terjadi. "kalau mbak masih bersikeras aku akan tes DNA Annisa sama mas Heru" seru raisha berjalan keluar dari rumah kakaknya sambil membanting pintu sangat keras. Aisyah yang mendengar itu langsung bersembunyi dibalik tembok agar tidak di lihat raisha yang baru keluar. " Apa yang akan aku lakukan setelah ini" ucap maryam lirih dan berlinang air mata. Aisyah yang melihat ibunya sedang menangis tak kuasa untuk tak menghampiri nya, ia berpura-pura tidak tau apa yang telah terjadi tadi. "Assalamualaikum bu"ucap salam Aisyah. "Walaikumsalam nak"ucap maryam segera menghapus air matanya agar Aisyah tak curiga apa yang telah terjadi. " Loh ibu kenapa menangis?"tanya Aisyah pura-pura tak tahu. " Ibuk tidak apa-apa hanya kelilipan tadi" ucap ibunya tersenyum. " Ya sudah kalau begitu Aisyah ke kamar dulu ya buk" ucap Aisyah langsung dijawab anggukan ibunya. Setalah kejadian pertengkaran itu Maryam menjadi murung dan sedih, semua itu tak luput dari pandangan Aisyah yang diam-diam memperhatikan ibunya setiap ia ada dirumah. Aisyah menjadi curiga kalau yang dibilang tante raisha itu memang benar adanya. " Untuk sementara ini aku cari tau aja kali ya, aku jadi penasaran deh" batin Aisyah. Hari-hari pun berlalu maryam menjadi pendiam yang biasanya ia selalu bersemangat untuk berkerja di laundry menjadi tak punya gairah untuk mengerjakan apapun sampai akhirnya Maryam jatuh sakit. Dan sebagai anak Aisyah tak tega melihat ibunya yang sering sakit-sakitan. Awalnya Aisyah ingin membawa ibunya ke rumah sakit untuk dirawat, namun maryam menolak dengan tegas bahwa ia tidak apa-apa. Pada akhirnya dimana ia sedang di toko laundry punya ibunya, tiba-tiba ia dapat telfon dari tetangga bahwa ibunya pingsan dan di bawah kerumah sakit. Aisyah segera menelfon sang kakak untuk pulang ke rumah karna ibunya sedang dirawat. " Kak Rangga ibu sakit, sekarang dirawat di RS Kariadi Semarang," kata Aisyah dalam telfon. Sesampainya Rangga di rumah sakit ia segera menuju dimana sang ibu dirawat. Ia segera mengetok pintu lalu masuk ke dalam ruangan dimana Aisyah duduk disebelah sang ibu yang terbaring lemah diranjang, Rangga yang baru tiba segera masuk dan mengucapkan salam kepada sang adik . "assalamualaikum dek"salam Rangga "walaikumsalam kak" Aisyah yang melihat Rangga yang sudah sampai langsung berlari untuk memeluk Rangga. ada rasa rindu antara kakak beradik itu, yang sudah lama tak berjumpa karena jarak yang memisahkan. " Kakak udah sampai? aku kangen tau udah lama kakak gak pulang" ucap Aisyah memeluk Rangga " Iya kakak kangen sama kamu dan ibuk, maafkan kakak yang tak pernah pulang" ucap Rangga menyesal " kamu pasti kerepotan mengurus ibu sendiri?" kata Rangga lagi "enggak kok kak, cuman aku khawatir dengan keadaan ibu" ucap Aisyah lirik mengurangi pelukannya dengan rangga. "kakak langsung kesini apa pulang dulu?" tanya Aisyah "kakak langsung kesini dapat telfon dari kamu kalau ibu dirawat disini" jawab Rangga. "Kakak sudah mengabari Annisa belum?"tanya Aisyah. "Sudah tadi, emang apa yang terjadi kepada ibuk syah?"tanya rangga. " Kata dokter ibu terkena serangan jantung kak" ucap Aisyah sedih. "Kok bisa?" Ucap Rangga kaget. " Selama ini ibu tidak mempunyai riwayat jantung syah" kata rangga lagi. " Aku juga kaget kak, tadi kata dokter ibu banyak fikirkan dan membuat beliau tertekan"kata Aisyah sedih. " Kak Aisyah ke kantin dulu ya, kakak mau nitip apa? Aku dari tadi belum makan" ucap Aisyah. "Kakak beliin kopi ya dek"ucap Rangga. "Ok" ucap Aisyah berjalan keluar kamar menuju ke kantin. Dilorong rumah sakit Rangga duduk sendiri, ia masih kepikiran apa yang sudah terjadi kepada ibunya. Selama ini maryam tidak pernah terbuka kepada anak-anaknya, setiap ada masalah ia selalu menyimpan sendiri seperti saat ini ibunya itu tak mau membuat anak-anaknya khawatir. " Apa yang harus aku lakukan" ucap Rangga lirih. " Aku harus mencari tau masalah ini, walaupun ibu tidak mau cerita aku akan mencarinya sendiri" ucap Rangga mantap. Rangga masuk ke kamar rawat ibunya yang masih koma, ia merasa tak tega melihat sang ibu menggunakan alat bantu pernafasan, detak jatung dll. Rangga duduk disebelah ranjang sang ibu mempelai tangan wanita yang sudah melahirkannya itu, tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja. Ia tak perduli kalau ia di katain cengeng, ia sebagai pengganti ayahnya tidak bisa menjaga ibunya dengan baik. Rangga marah pada dirinya sendiri, merasa menjadi anak laki-laki yang tak bisa di diandalkan, ia bertekad setelah ini ia akan mencari pekerjaan disini, ini sudah menjadi keputusan rangga walaupun diluar Jawa ia sudah menjadi manager, tidak apa-apa lah demi ibunya, pikir Rangga. "Maafkan Rangga bu, yang tidak becus menjaga ibu" ucap Rangga lirih. Tanpa terasa Rangga tertidur di sebelah ranjang ibunya, Aisyah yang melihat itu tersenyum lalu mengambil selimut untuk menyelimuti sang kakak. "Kasihan kak Rangga mungkin ia kelelahan"kata Aisyah. Aisyah berjalan menuju sofa yang sudah disediakan rumah sakit untuk duduk mengecek skripsi yang sebentar lagi selesai. "akhirnya selesai juga, semoga Minggu depan bisa sidang" ucap Aisyah senang namun ketika melihat ibunya terbaring lemah ia menjadi lesu. " Ya Allah sembuhkan ibu hamba"berdoa Aisyah dalam hati. FLASHBACK
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN