Keempat

1493 Kata
pagi yang cerah untuk memulai semangat belajar bagi gadis yang telah duduk di bangku sekolah. jam menunjuk tepat jam 7, bel pun berbunyi dan para siswa-siswi segera masuk ke kelas masing-masing. " masih pagi juga udah buka buku aja nis" ucap Ambar teman kelasnya. " aku cuma baca buku aja ambar" jawab Annisa santai. " tumben kamu gak bareng Nafa nis? biasanya kaya prangko" tanya Ambar. " dia lagi ke perpus cari buku katanya" jawab Annisa sambil membaca. " emang ada tugas?" tanya Roni yang baru aja masuk kelas. " tugas dari Bu marisa udah kamu kerjaiin belum ron?" tanya Annisa. Roni hanya geleng sambil tersenyum. " emang kamu udah nis?" tanya roni. " udah dong" kata Annisa bangga. "aku boleh gak nis contek kamu?" tanya Roni mengedipkan sebelah matanya. "huuu. . . dasar modus loh" seru ambar. keriuhan seperti itu sudah biasa bagi murid-murid kelas XII IPA 1 yang berada didalam kelas tersebut. guru masuk langsung seluruh murid berhamburan duduk ditempat masing-masing dan mata pelajaran pertama segera dimulai. ******* Tanpa terasa suara bel menandakan waktunya pulang, siswa-siswi mulai berhamburan keluar untuk pulang kerumahnya masing-masing. tak jauh dari gerbang annisa sedang menunggu sahabat nya untuk diajak pulang bersama, namun yang di tunggu belum menunjukkan batang hidungnya. "kemana Nafa kok belum kelihatan" ucap Annisa sebel. sedangkan Nafa yang ditunggu masih di dalam kelas membereskan buku-bukunya. "pasti Annisa udah nunggu nih" kata Nafa. Nafa segera keluar dari dalam kelas menuju pintu gerbang, namun ia tidak menemukan sahabatnya itu. " kemana annisa apa ia udah pulang duluan ya" batin Nafa. " ya udah deh aku jalan aja, nanti juga ketemu di asrama" kata Nafa sambil berjalan. sedangkan yang dicari baru keluar dari kamar mandi karna ia kebelet. " Nafa udah keluar belum sih, lama banget" ucap Annisa sambil jalan menuju gerbang depan. Namum Annisa tidak menemukan Nafa di depan gerbang, lalu ia berlari ke dalam kelasnya namun nihil kosong tidak ada seorangpun di dalamnya. akhirnya ia berjalan pulang sambil kesal pada sahabatnya itu, ketika ia berjalan sendirian tiba-tiba ada mobil berhenti didepannya. "siapa sih halangin jalan aja" ucap Annisa dalam hati. Annisa berhenti ketika orang yang ada di dalam mobil keluar berjalan menghampirinya. "assalamualaikum. . . maaf menganggu sebentar mbak, saya boleh tanya tempat pesantren Al-Rasyid itu dimana ya?" tanya orang itu pada Annisa. "walaikumsalam. . . iya tidak apa-apa, oh pesantren Ar-Rasyid nanti mas nya belok kanan mentok disitu ada masjid besar mas masuk aja nanti ada yang mengarah kan mas" kata annisa. "ohh terimakasih mbak dan saya paham, kalau begitu saya permisi" kata orang yang tegap tinggi putih bersih seperti oppa-oppa Korea. lalu orang tersebut masuk dan menjalankan mobilnya. Tanpa terasa Annisa sampai diasrama putri lalu ia berjalan melewati Dalem ia terkejut ternya mobil yang bertanya kepadanya tadi tamunya bapak dan ibu. ia segera masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian setelah itu ia kedapur ingin makan karna perutnya yang sudah meronta-ronta untuk segera diisi. ketika annisa sampai di dapur ia melihat Nafa makan bersama teman se asrama. memang ini waktu makan siang bagi semua santri, semua telah berkumpul untuk mengambil jatah mereka masing-masing. Namum Annisa memilih mengampiri Nafa yang sedang makan. " fa kamu gimana sih ditungguin juga malah udah pulang duluan" ucap Annisa kesal. "maaf nis, tadi aku kira kamu udah pulang duluan, soalnya kamu gak ada di gerbang depan" jawab Nafa. " emang tadi kamu kemana nis?"tanya Nafa lagi. " aku tuh tadi ke kamar mandi dulu, habis itu aku langsung tunggu kamu di gerbang masih lama belum kelihatan aku cari kamu ke kelas, ehh tau udah sampai sini aja" jawab Annisa kesal sambil duduk disebelah Nafa. " ya maaf deh nis, lain kali gak deh" ucap Nafa sambil mengedipkan mata. "iiihhh. . . kamu kenapa nis kaya gitu, aku jadi takut deh" ucap Annisa. sedangkan teman yang duduk bersama mereka cuman senyum melihat tingkah Nafa dan Annisa. " udah deh ngambeknya, nanti aku ajak kamu liburan deh" kata Nafa. " memangnya mau liburan kemana fa?" tanya Annisa antusias. " ada deh rahasia" ucap Nafa cepat. " ohh gitu sekarang kamu main rahasia-rahasiaan sama aku fa, ok fine" ucap Annisa lagi pura-pura kesal. Nafa yang melihat tingkah Annisa mengelengkan kepalanya. " nanti kamu juga bakalan tau nis"jawab Nafa rersenyum. setelah Annisa dapat jatah makan, ia segera menghabiskan makanannya dan duduk kembali di sebelah nafa. Akhirnya semua santri sudah selesai makan lalu membersihkan tempat dan mencuci piring masing-masing. suara adzan berkumandang waktunya sholat Maghrib tiba, semua santri berhamburan menuju masjid untuk menunaikan kewajiban shalat berjama'ah. Namun bagi gadis berkerudung hijau bersama sahabatnya berlari menuju masjid agar mereka tidak terlambat untuk sholat berjama'ah, namun ketika gadis itu berlari sesaat ia melihat sahabatnya yang ada di belakangnya, ia menjadi tak fokur melihat ke arah depan membuat gadis itu tidak sengaja menabrak seseorang yang ada di depannya. BRRUUUKKKKKK. . . "aduh kakiku. . ." ucap gadis itu terjatuh dan memegang kakinya yang terasa perih karena tergelupas sedikit lututnya. "kamu gak pa pa?" tanya orang yang ditabraknya. "sakiiitt tauu, " jawab gadis itu. namun saat gadis itu mengangkat kepalanya ingin melihat siapa orang yang telah ia tabrak, betapa terkejutnya saat menyadari bahwa orang yang telah ditabrak tersebut orang yang tanya alamat tadi dan membuat mereka sama-sama shock dan kaget, sesaat tatapan mereka bertemu akhirnya Annisa memalingkan mukanya memutuskan kontak mata antara laki-laki yang ia tabrak. Nafa yang baru sampai segera membantu annisa untuk bangun dari duduknya. " kamu gak pa pa nis?" tanya Nafa. " iya aku gak pa pa fa"jawab Annisa, lalu annisa bangun dibantu nafa dan menunduk meminta maaf kepada orang yang telah ia tabrak tadi, mereka pamit dan segera berjalan menuju masjid untuk menunaikan ibadah shalat berjama'ah. " tadi siapa nis?"tanya Nafa penasaran. " gak tau fa" jawab Annisa. " kok dia kaya kenal kamu deh?" tanya Nafa lagi. " iya tadi orang itu tanya aku alamat pesantren sini, ya aku jawab aja"jawab Annisa sekenanya. " tampan ya nis" kata Nafa. " siapa ?" tanya annisa. " ya orang tadi yang kamu tabrak, udah kaya oppa-oppa Korea deh, udah putih, tinggi, ganteng lagi, aduuhh apaan sih kamu nis" ucap Nafa sambil meringis karna cubitan Annisa. "istighfar fa, sebelum setan menghasutmu" kata Annisa. "astagfirullah ya Allah maaf kan hamba mu ini yang selalu khilaf karna cowok ganteng, mudah - mudahan bisa berjodoh" kata Nafa panjang lebar. sedangkan Annisa menggelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya itu. iqomah berkumandang santri segera menunaikan sholat Maghrib berjama'ah. ***** Hari-hari yang dilewati Annisa selalu monoton belajar dan belajar tidak ada kegiatan lain, rutinitas selalu belajar di pesantren dan sekolah, ia senang melakukan itu semua tanpa rasa lelah. namun hari ini berubah ketika Annisa mendapat telepon dari keluarganya bahwa ibunya sakit dan sedang dirawat dirumahsakit. Dunia Annisa serasa runtuh mengetahui bahwa ibunya dirawat di RS. Karyadi Semarang, selama ini ibunya tidak pernah sakit ataupun masuk rumah sakit, baru kali ini annisa mendapat kabar bahwa ibunya sedang sakit. ia sangat khawatir terjadi apa-apa pada ibunya. " ya Allah hamba memohon kepada_Mu sembukan lah ibu hamba" do'a Annisa kepada sang ilahi berlinang air mata. annisa masih ada dikamar khusus pengurus, ia duduk termenung apa yang harus ia lakukan untuk menjenguk ibunya. sedangkan ia belum memberitahu ke pengurus untuk izin pulang sementara waktu. Tanpa menunggu lama ia berlari menuju kamar dan ber siap-siap untuk pulang menjenguk ibuknya. Nafa yang sedang menghafal Al-Qur'an di kamar merasa heran kepada sahabatnya itu, tidak biasanya ia melihat Annisa menangis tersedu-sedu. " kamu kenapa nis kok nangis sih?" tanya Nafa. sedangkan yang ditanya masih sibuk menata baju yang akan dibawa. " nis kamu mau kemana kok bawa baju segala?"tanya Nafa lagi. " aku harus pulang fa, ibuku masuk rumah sakit" jawab Annisa terbata-bata. " astagfirullah . . . emang sakit apa nis?" tanya Nafa. " aku juga belum tau fa, tadi aku dikasih kabar sama kak Rangga suruh pulang sementara waktu karna ibu sakit" kata annisa sedih. " yang sabar ya nis, semoga ibu kamu cepat sembuh aamiin. . ., ya udah ayo aku antar kamu minta izin ke pengurus dulu baru pamit ke ibu nyai"kata Nafa. "aamiin terimakasih ya fa" ucap Annisa sambil memeluk Nafa. mereka segera menemui pengurus terlebih dahulu kemudian ia menuju ke Dalem untuk pamit ibu nyai. " assalamualaikum Bu"ucap mereka berdua. "walaikumsalam . . .ada yang bisa dibantu nduk?" kata ibu nyai. " saya mau meminta izin sementara waktu untuk pulang kerumah buk" kata Annisa. " loh ada apa toh nis kok mendadak mau pulang?" tanya ibu nyai penasaran. " ibu saya sakit dan sekarang sedang dirawat di rumahsakit buk" jawab Annisa sedih. "inalillahi yang sabar ya nduk, semoga ibu kamu cepat sembuh, jangan lupa selalu berdoa kepada Allah SWT agar ibu kamu diangkat penyakitnya"kata ibu nyai " aamiin. . ."ucap Annisa. "nggih ibu matur nuwun"ucap Annisa lagi. Annisa pamit kepada teman se kamar dan sahabatnya Nafa, ia pulang untuk sementara waktu. ia berjalan menuju tepi jalan untuk menunggu angkot lewat menuju terminal. Namum tanpa disangka mobil silver berhenti di depannya dan membuka kaca mobil menyuruh Annisa untuk segera masuk kedalam mobil. bersambung. . .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN